Riset Kemendikdasmen dan LabSosio UI Terhadap Dampak Program MBG: Dongkrak Semangat Belajar

Jakarta – Jupnasgizi.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan peserta didik di Indonesia. Data terbaru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per 18 Februari 2026 mencatat sebanyak 43,17 juta peserta didik telah menerima manfaat program ini dari total 53,4 juta peserta didik yang terdata dalam Dapodik. Angka tersebut mencerminkan perluasan jangkauan MBG secara signifikan di tingkat nasional.

Evaluasi pelaksanaan MBG yang dilakukan Kemendikdasmen sepanjang 2025 melibatkan 334.128 murid dari 11.143 satuan pendidikan di 29 provinsi. Hasilnya menunjukkan dampak positif yang luas, di antaranya 69,00 persen murid mengalami perbaikan pola makan dan kualitas gizi. Selain itu, 27,90 persen murid menjadi lebih fokus saat mengikuti pelajaran, 28,20 persen lebih bersemangat dalam kegiatan belajar, dan 25,70 persen lebih rajin masuk sekolah. Bahkan, 12,50 persen murid dilaporkan lebih jarang sakit setelah secara rutin mengonsumsi makanan dari program MBG.

Bacaan Lainnya

Temuan tersebut diperkuat oleh penelitian bersama antara Kemendikdasmen dan Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia (LabSosio UI) yang dilaksanakan sepanjang 2025. Hasil evaluasi LabSosio UI menunjukkan bahwa 66,4 persen murid mengaku lebih bersemangat mengikuti pelajaran setelah mendapatkan manfaat dari program ini. Kondisi ini menunjukkan adanya hubungan erat antara pemenuhan gizi yang baik dengan peningkatan energi, konsentrasi, serta motivasi belajar murid.

Program MBG juga dinilai sangat membantu pemenuhan kebutuhan pangan bergizi, khususnya bagi murid dari kelompok sosial ekonomi rendah. Hal ini tercermin dari skor persepsi sebesar 4,30, yang menunjukkan tingkat penerimaan dan manfaat program yang tinggi di kalangan peserta didik.

Tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, MBG juga memberikan manfaat sosial. Sebanyak 85,8 persen murid menyatakan bahwa program ini memberikan pengalaman makan yang menyenangkan, baik dari sisi kualitas makanan maupun interaksi sosial saat makan bersama di sekolah. Aktivitas makan bersama tersebut dinilai mampu memperkuat kebersamaan antar murid sekaligus membentuk kebiasaan makan yang lebih teratur.

Melihat tingginya tingkat penerimaan dan dampak positif yang dirasakan, program MBG dinilai perlu terus dijaga keberlanjutannya. Selain itu, peningkatan kualitas pelaksanaan juga menjadi perhatian, terutama dalam aspek distribusi, mutu makanan, serta pengawasan standar gizi.

Secara keseluruhan, hasil berbagai kajian tersebut menegaskan bahwa MBG tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui penguatan kesehatan, kesejahteraan, dan kesiapan belajar peserta didik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *